Thursday, 18 September 2014

Materi pembelajaran Analisis Bahasa Teks Eksposisi beserta latihan soal



Materi pembelajaran Analisis Bahasa Teks Eksposisi

Tujuan

Siswa dapat menulis teks eksposisi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.



Sebelumnya, kita sudah bisa menganalisis isi teks eksposisi. Dalam analisis isi teks eksposisi, kita mendapatkan jenis- jenis teks eksposisi, yaitu teks eksposisi definisi, teks eksposisi proses, teks eksposisi klasifikasi, teks eksposisi sebab-akibat, dan teks eksposisi perbandingan.

Eksposisi adalah uraian atau paparan tentang sesuatu. Sesuatu itu bisa berupa ide, pendapat, atau buah pikiran. Meskipun produknya berupa ide atau buah pikiran, penulisannya harus tetap menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.


Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis teks eksposisi antara lain:

1. Penulisan Kata Penghubung
a. menyatakan penjumlahan, misalnya: di samping itu, selain itu, lagi pula, lagi
b. menyatakan perturutan, misalnya: dan, lalu, kemudian
c. menyatakan perlawanan, misalnya: tetapi, namun, padahal, walaupun begitu, walaupun demikian, meskipun begitu
d. menyatakan sebab-akibat, misalnya oleh sebab itu, karena itu, maka, akibatnya
e. menyatakan waktu, misalnya: sesudah itu, ketika itu, sebelumnya, sementara itu
f. menyatakan syarat, misalnya: jika demikian, jika begitu, apabila begitu

2. Penulisan Kata Berimbuhan

   a. awalan (prefiks) me-, bermakna:
     1) menjadi, contohnya membatu, mengeras
     2) menyerupai, contohnya membukit, menyemut
    3) menuju, contohnya menepi, melaut
    4) mengeluarkan bunyi, contohnya mengeong, meraung

   b. awalan (prefiks) ber-, bermakna:
      1) mengeluarkan, contohnya bertelur, bersuara
      2) memakai, contohnya berdasi, berbaju
      3) mempunyai, contohnya berkedudukan, berlantai
      4) melakukan perbuatan, contohnya berjalan, bersantai

 c. awalan (prefiks) ter-, bermakna:
      1) tidak sengaja, contohnya tersenggol, termakan
      2) paling, contohnya tertinggi, terpintar
     3) menjadi, contohnya tertidur, terjatuh
     4) dalam keadaan, contohnya terluka, terombang-ambing

d. awalan + akhiran (konfiks) ber- -an, bermakna:
    1) melakukan kegiatan, contohnya berlarian, bepergian
    2) timbal balik, contohnya bermusuhan, berjauhan

e. awalan + akhiran ke- -an, bermakna:
    1) dalam keadaan, contohnya kepanasan, kehausan
    2) tindakan, contohnya kejahatan
    3) proses, contohnya keamanan

f. akhiran (afiks) –kan, bermakna:
    1) menjadikan, contohnya manusiakan, uangkan
    2) menempatkan, contohnya penjarakan, sekolahkan

g. akhiran (afiks) –i, bermakna:
    1) memberi, contohnya garami, bumbui
    2) menjadikan, contohnya panasi, terangi
    3) melakukan perbuatan, contohnya tanami, pukuli

3. Penulisan Unsur Serapan
Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Penyerapan terbagi dua. Pertama, unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Kedua, unsur pinjaman yang penulisan dan pengucapannya memenuhi kaidah bahasa Indonesia. Contoh kata serapan aksesori (berasal dari kata accessory), idealis (berasal dari kata idealist), kualitas (berasal dari kata quality), dsb.


Latihan soal Materi pembelajaran Analisis Bahasa Teks Eksposisi
1.      Bacalah secara cermat!
Pedagang yang menempati Pasar Raya tidak setuju jika dilakukan renovasi pasar. Alasannya, mereka takut jika setelah direnovasi tidak boleh berdagang lagi di pasar. Di samping itu, sebenarnya mereka mengharapkan ikut terlibat dalam perenovasian tersebut.
Makna kata penghubung di samping itu adalah menyatakan ....
a.          Syarat
b.         Waktu
c.          Perlawanan
d.         Penjumlahan
e.          Perturutan
Jawaban D

Petunjuk

Makna kata penghubung dapat diketahui dari hubungan makna kalimat sebelum dan sesudahnya.

Pembahasan

Dalam teks dijelaskan bahwa pedagang Pasar Raya tidak setuju adanya renovasi pasar. Mereka memiliki dua alasan. Pertama, mereka takut setelah direnovasi nantinya tidak boleh berdagang lagi di sana. Kedua, sebenarnya mereka mengharapkan ikut terlibat sebagai pekerja. Untuk menambahkan kedua alasan tersebut harus ditandai dengan kata penghubung. Tanda penghubung yang tepat adalah di samping itu. Makna kata penghubung tersebut adalah menyatakan penjumlahan.

2.      Bacalah secara saksama! Pada jam istirahat siswa diperbolehkan untuk bermain di halaman sekolah. Ada yang bermain bola, bermain tali, atau hanya sekedar duduk di bawah pohon. Semua siswa menggunakan jam istirahat tersebut dengan kegiatan yang menyenangkan.
Makna awalan ber- pada kata bermain adalah ....
a.          Memakai
b.         Mengeluarkan
c.          Mempunyai
d.         Menggunakan
e.          melakukan tindakan
Jawaban : E

Petunjuk

Untuk mengetahui makna awalan ber- pada sebuah kata, yang harus kalian pedomani adalah mencocokkan makna awalan dengan kata yang mengikutinya

Pembahasan

Untuk mengetahui makna awalan ber- pada sebuah kata, yang harus kalian pedomani adalah mencocokkan makna awalan dengan kata yang mengikutinya. Contohnya kata bermain. Makna awalan ber- yang cocok dengan kata mengikutinya (main) adalah melakukan tindakan. Jadi, jika disatukan artinya melakukan tindakan main. Coba kita cocokkan dengan makna awalan ber- yang lain: memakai, jika disatukan makna dengan kata main menjadi memakai main. Makna katanya menjadi salah karena tidak ada main yang bisa dipakai. Contoh kata yang sesuai untuk menggantikannya adalah berpita yang artinya memakai pita. Begitu juga dengan makna mengeluarkan, mempunyai, dan* menggunakan* akan bermakna kurang tepat jika disatukan dengan kata main.

3.      Bacalah secara saksama!
www. jogjasprei.com adalah toko online yang melayani pembelian grosir sprei, selimut, bedcover  bermerk  di Indonesia serta berbagai perlengkapan untuk kenyamanan tidur Anda dengan harga yang sangat murah.
Di bawah ini yang bukan merupakan sinonim kata grosir adalah …
a.          Agen
b.          pusat perkulakan
c.          pedagang
d.          pedagang borongan
e.          pengecer
Jawaban E
  
4.  Bacalah secara saksama!
Bayi yang cerdik itu lebih banyak memandang ibunya ... mengatakan sesuatu. ..., sang ibu tersenyum, memeluk hangat buah hatinya, ... membisikkan kata sayang ke telinga sang bayi.
Kata penghubung yang tepat untuk melengkapi teks tersebut adalah
a.          dan, lalu, sehingga
b.         untuk, kemudian, dan
c.          agar, lalu, serta
d.         lalu, kemudian, serta
e.          untuk, dengan demikian, walaupun
jawaban B

Petunjuk

Sesuaikan kata-kata penghubung yang ada dalam opsion dengan kalimat yang tersedia

Pembahasan

Kata penghubung yang sesuai untuk melengkapi paragraf di atas adalah untuk, kemudian, dan. Mari kita bahas per kalimat. Kalimat (1) Bayi yang cerdik itu lebih banyak memandang ibunya ... mengatakan sesuatu. Untuk mengisi titi-titik tersebut, kita bisa menggunakan kata penghubung untuk. Analisisnya seperti ini: si bayi lebih banyak memandang ibunya, apa tujuannya? Pertanyaan itu akan terjawab jika kita menambahkan kata untuk pada kalimat tersebut sehingga kalimatnya menjadi Bayi yang cerdik itu lebih banyak memandang ibunya untuk mengatakan sesuatu. Kalimat (2) ..., sang ibu tersenyum, memeluk hangat buah hatinya, ... membisikkan kata sayang ke telinga sang bayi. Kata penghubung yang tepat untuk menghubungkan kalimat tersebut dengan kalimat sebelumnya adalah kemudian. Lalu, kata penghubung apa yang kita gunakan untuk merincikan perlakuan si ibu? Tentu saja kata penghubung yang digunakan adalah dan.


5. Makna imbuhan me- -kan pada kata membisikkan adalah ....
a.          membuat jadi
b.         menyatakan saling
c.          tidak sengaja
d.         perbuatan terus-menerus
e.          melakukan perbuatan
Jawaban E

Petunjuk

Untuk mengetahui makna imbuhan me- -kan pada sebuah kata, yang harus kalian pedomani adalah mencocokkan makna awalan dengan kata yang mengikutinya.

Pembahasan

Untuk mengetahui makna imbuhan me- -kan pada sebuah kata, yang harus kalian pedomani adalah mencocokkan makna awalan dengan kata yang mengikutinya. Contohnya kata membisikkan. Makna imbuhan me- -kan yang cocok dengan kata mengikutinya (bisik) adalah melakukan perbuatan. Jadi, jika disatukan artinya melakukan perbuatan bisik. Coba kita cocokkan dengan makna imbuhan me- -kan yang lain: membuat jadi, jika disatukan makna dengan kata bisik menjadi membuat jadi bisik. Makna katanya menjadi salah. Contoh kata yang sesuai untuk menggantikannya adalah menghitamkan yang artinya membuat jadi hitam. Begitu juga dengan saling, tidak sengaja, dan perbuatan terus-menerus akan bermakna kurang tepat jika disatukan dengan kata bisik


6. Bacalah secara saksama!
Peraturan sekolah dibuat bukan untuk ... . Namun, masih banyak siswa yang tidak ... hal tersebut. Mereka lebih cenderung melakukan ... karena sanksi yang diberikan tergolong ringan.
Kata berimbuhan yang sesuai untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ....
a.          dilanggar, pemahaman, pelanggaran
b.         dilanggar, dipahami, pelanggaran
c.          dilanggar, memahami, pelanggaran
d.         dilanggarkan, paham, pelanggaran
e.          dilanggari, memahami, langgaran
jawaban C
Kata berimbuhan yang digunakan akan membuat kalimat tersebut mudah dipahami

Pembahasan

7. Bacalah secara saksama!
Setiap siswa yang melanggar peraturan sekolah sebaiknya diberikan sanksi. Sanksi yang diberikan sesuai dengan tingkat kesalahan yang dilakukan. Jika kesalahan tergolong besar, sanksi yang diberikan juga besar. Sebaliknya, jika siswa hanya melakukan kesalahan kecil maka sanksinya juga kecil.
Arti kata sanksi pada paragraf tersebut adalah ....
a.          nasihat
b.         hukuman
c.          aturan
d.         hambatan
e.          malapetaka
Jawaban B

Petunjuk

Arti kata sanksi bisa kalian baca pada Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Pembahasan

Arti kata sanksi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah hukuman. Dapat juga kita menggunakan arti yang bersinonim seperti tindakan. Pemaknaannya disesuaikan dengan kalimat yang dipakai. Namun, maknanya tetap sama yaitu balasan yang akan diterima seseorang atas perbuatan yang telah dilakukannya. Jika kita maknai sebagai nasihat, maka artinya akan berbeda.* Nasihat* artinya ajaran yang baik, bukan balasan atas perbuatan. Begitu juga dengan kata aturan yang artinya hasil perbuatan mengatur; hambatan memiliki makna sebuah rintangan. Sementara itu, kata malapetaka artinya bencana atau musibah.


8.      Penulisan kata serapan yang benar adalah ....
a.          resiko, chek, atlet
b.         risiko, ceck, atlit
c.          resiko, check, atlit
d.         risiko, cek, atlet
e.          resiko, cek, atlet
jawaban D

Petunjuk

Penulisan kata serapan yang baku atau benar dapat kalian lihat pada Buku Tata bahasa baku bahasa Indonesia.

Pembahasan

Kata risiko dan cek berasal dari bahasa Inggris risk dan check. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan mengalami perubahan tertentu. Misalnya risk menjadi risiko, bukan resiko, dan check menjadi cek. Huruh h dan huruf c (tengah) pada kata check dihilangkan karena tidak memiliki makna dalam bahasa Indonesia. Penulisan atlet benar karena cabang olahraganya adalah atletik. Jadi olahragawannya disebut atlet bukan atlit.


9.      Penulisan kata serapan yang benar adalah ....
a.          aksen, jadwal, psikologi
b.         aksen, jadual, psikology
c.          aksen, jadwal, sikologi
d.         eksen, jadwal, psikologi
e.          eksen, jadual, psikology
jawaban A

Petunjuk

Penulisan kata serapan yang baku atau benar dapat kalian lihat pada Buku Tata bahasa baku bahasa Indonesia.

Pembahasan

Kata aksen berasal dari kata accent, dan psikologi berasal dari kata psychology. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan mengalami perubahan tertentu. Misalnya accent menjadi aksen, bukan eksen, dan psychology menjadi psikologi. Kata jadwal berasal dari bahasa Arab.


10. Pihak sekolah memberikan intimidasi kepada siswa yang sudah berulang kali melakukan pelanggaran terhadap aturan sekolah. Tujuannya untuk menumbuhkan efek jera bagi siswa tersebut. Jika tidak dilakukan hal demikian, siswa akan terus melakukan perbuatan semena-mena.
Arti kata intimidasi adalah ....
a.          penyelidikan
b.         perencanaan
c.          ancaman
d.         serangan
e.          pukulan
jawaban C

Petunjuk

Arti kata intimidasi bisa kalian baca pada Kamus Besar Bahasa Indonesia.

Pembahasan

Arti kata intimidasi berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah ancaman. Dapat juga kita menggunakan arti yang bersinonim seperti tindakan menakut-nakuti, gertakan. Pemakaiannya disesuaikan dengan kalimat yang digunakan. Jika kita maknai sebagai penyelidikan, perencanaan, serangan, dan pukulan, artinya akan berbeda.








soal pilihan ganda Materi Analisis Teks Eksposisi



Kumpulan Soal Bahasa Indonesia SMA kurikulum 2013 

Analisis Teks Eksposisi

1. Bacalah teks eksposisi  berikut ini!
Sinar matahari dapat menguapkan air yang berasal dari permukaan laut dan tumbuhan. Setelah air menguap terjadi penggumpalan uap air menjadi awan. Setelah kandungan uap air di awan cukup banyak, air diturunkan dengan bantuan angin. Air yang turun meresap ke pori-pori tanah, sebagian menjadi cadangan dalam tanah dan sebagian lagi menuju permukaan laut. Kondisi ini terjadi berulang-ulang dengan cara yang sama.
Isi teks tersebut adalah siklus ...

a.          terjadinya laut
b.         terjadinya hujan
c.          penyinaran matahari
d.         penggumpalan awan
e.          peresapan air
jawaban B
Teks tersebut menjelaskan tentang siklus yang dimulai dari penguapan, penggumpalan, penurunan air, peresapan air, sampai dengan penguapan kembali.

Pembahasan

Teks tersebut menjelaskan asal-usul terjadinya hujan yaitu mulai dari penguapan air, penggumpalan awan, kemudian turun menjadi air hujan, akhirnya diresap oleh tanah dan menuju permukaan laut, sampai dengan mengalami penguapan kembali. Jawaban lain tidak sesuai karena tidak ada penjelasan secara detail tentang proses terjadinya laut, proses matahari menyinari bumi, proses penggumpalan awan, ataupun bagaimana siklus peresapan air.


2. Bacalah secara cermat!
Langkah-langkah menulis sebagai berikut. Pertama, tentukan topik.Kedua, kumpulkan data.* Ketiga, buat kerangka karangan. *Keempat, kembangkan kerangka menjadi tulisan. Kelima, tentukan judul karangan.
Jenis teks eksposisi tersebut adalah ....
a.          proses
b.         definisi
c.          klasifikasi
d.         perbandingan
e.          sebab-akibat
jawaban A
Teks memaparkan bagaimana cara menulis karangan

Pembahasan

Ekposisi proses menjelaskan tentang bagaimana mengerjakan sesuatu atau bagaimana sesuatu itu bisa terjadi. Teks tersebut menjelaskan bagaimana langkah-langkah menulis. Jadi, jawabannya benar yaitu eksposisi proses. Jawaban yang lain kurang tepat karena tidak sesuai dengan teks.


3.  Bacalah secara cermat!
Nelayan di pesisir pantai Sumatra Barat menghadapi musim paceklik. Keadaan ini berlangsung selama dua minggu disebabkan bulan terang dan gelombang laut tinggi. Akibatnya, produksi ikan hasil tangkapan menurun.
Jenis teks eksposisi tersebut adalah ....
a.          proses
b.         definisi
c.          perbandingan
d.         klasifikas
e.          sebab-akibat
jawaban
E
Pembahasan
Isi teks dapat diamati dari kata hubung yang ada dalam teks.

Pembahasan

Jenis teks eksposisi sebab-akibat berisi tentang pernyataan sebab yang menimbulkan akibat. Dalam teks dijelaskan produksi ikan hasil tangkapan menurun. Hal tersebut disebabkan oleh kondisi bulan yang terang dan gelombang laut yang tinggi. Oleh karena itu, jenis teks tersebut tergolong eksposisi sebab-akibat.


4. Bacalah secara cermat!
Permusuhan antara keluarga kadang berawal dari masalah sepele. Biasanya yang menjadi pemicu adalah masalah anak-anak. Misalnya saja, anak si A dengan tidak sengaja memukul anak si B sehingga membuatnya menangis. Si B merasa kurang senang sehingga memarahi anak si A. Si A yang mendengar informasi bahwa anaknya dimarahi jadi naik pitam. Akhirnya terjadilah pertengkaran kedua belah pihak dan kadang berujung kekerasan fisik.
Inti permasalahan tersebut adalah ...
a.          Masalah sepele sebagai pemicu pertengkaran dalam keluarga
b.         Kekerasan fisik dalam keluarga harus dihindarkan.
c.          Permusuhan dalam keluarga banyak disebabkan oleh anak.
d.         Pemukulan anak menjadi pemicu pertengkaran.
e.          Solusi masalah dapat ditemukan dengan musyawarah.
Jawaban A
Pembahasan
Inti permasalahan adalah sesuatu yang sedang dibicarakan.

Pembahasan

Teks tersebut membicarakan tentang pemicu pertengkaran dalam keluarga yaitu karena masalah sepele. Pertengkaran kecil pada anak-anak merupakan salah satu contoh masalah sepele. Masalah sepele tersebut yang akhirnya merambat pada permasalahan besar karena sudah ada campur tangan orang tua. Hal inilah yang dijelaskan dalam teks.


5. Bacalah secara cermat!

Membersihkan kaca jendela juga ada seninya. Jangan mengusap-usap lap secara berputar-putar. Usahakan mengelapnya dengan gerakan dari atas ke bawah. Kalau perlu diulangi secara sistematis dari kiri ke kanan.
Hal yang tidak dikemukakan dalam teks adalah ...
a.          Membersihkan kaca jendela ternyata memiliki seni.
b.         Jangan mengusapkan lap ke kaca jendela dengan cara berputar-putar.
c.          Usahakan mengelap lantai dengan gerakan dari atas ke bawah
d.         Mengelap kaca jendela boleh juga dilakukan dari kiri ke kanan.
e.          Mengelap kaca jendela juga ada seninya.
Jawaban C
Pembahasan:
Topik pembicaraan dapat diketahui secara eksplisit dari kalimat-kalimat pembangun teks.
Teks tersebut menjelaskan tentang cara membersihkan kaca jendela. Kata kuncinya adalah lap dan kaca jendela. Pernyataan yang tidak sesuai dengan teks adalah usahakan mengelap lantai dengan gerakan dari atas ke bawah. Pernyataan tersebut mengemukakan tentang cara mengelap lantai, sementara yang dibicarakan adalah kaca jendela. Tentu saja pernyataan tersebut menyimpang dari topik yang dibicarakan

6. Bacalah secara cermat!
Setiap orang memiliki perbedaan dalam pemilihan bahan untuk dibaca. Perbedaan itu muncul karena adanya perbedaan umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, atau profesi yang berbeda. Selain itu, dapat pula disebabkan oleh tujuan membaca yang berbeda.
Hal yang dibicarakan dalam teks tersebut adalah ...
a.          Perbedaan setiap orang dalam memilih tempat membaca.
b.         Alasan orang untuk membaca bermacam-macam buku
c.          Penyebab orang membaca bermacam-macam buku.
d.         Perbedaan usia menyebabkan perbedaan memilih bacaan.
e.          Perbedaan setiap orang dalam memilih bacaan.
Jawaban E

Petunjuk

Topik pembicaraan dapat dikeltahui dari kalimat-kalimat yang membangun teks tersebut.

Pembahasan

Untuk mengetahui hal yang dibicarakan dalam teks, yang perlu kalian lakukan adalah membaca teks tersebut secara utuh. Pada kalimat awal dikemukakan tentang perbedaan setiap orang dalam memilih bahan bacaan. Kemudian, kalimat berikutnya menjelaskan penyebab terjadinya perbedaan tersebut. Hal yang dibicarakan dalam teks tersebut adalah pernyataan yang terdapat pada kalimat awal.


7. Cermatilah paragraf acak berikut!
Tata cara makan di restoran:
1) Makan dengan santai
2) Meminta struk pembayaran kepada pelayan
3) Duduk pada tempat yang diinginkan
4) Pesan menu favorit
5) Menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran
6) Membayar makanan
7) Ke luar restoran
Urutan yang tepat sehingga menjadi paragraf yang padu adalah ...
a.          1, 2, 4, 5, 3, 6, 7
b.         2, 5, 6, 4, 1, 6, 7
c.          3, 4, 1, 2, 5, 6, 7
d.         3, 1, 2, 5, 4, 6, 7
e.          5, 3, 4, 1, 2, 6, 7
Jawaban: C

Petunjuk

Paragraf tersebut terdiri dari kalimat-kalimat yang menyatakan proses sesuatu itu berlangsung atau terjadi.

Pembahasan

Untuk mengurutkan kalimat acak menjadi paragraf yang padu, hal pertama yang harus diperhatikan adalah mencari urutan yang pasti. Contoh pada urutan 5, 6, dan 7, yaitu menuju meja kasir untuk melakukan pembayaran, setelah itu bayar makanan, dan ke luar restoran. Ke tiga kalimat tersebut tidak dapat dipisahkan. Jadi untuk memudahkan pengurutan, lihat pada opsion, manakah yang urutannya ada 5, 6, dan 7. Ternyata hanya opsion C saja yang urutannya seperti itu. Hal ini sangat menguntungkan bagi kalian untuk mencari jawaban. Untuk meyakinkan apakah urutannya sudah sistematis, maka perhatikan dari urutan awal yaitu 3, 4, 1, 2, 5, 6, 7. Jika sudah sistematis berarti jawabannya memang C.


8. Bacalah secara saksama!
Kentang sangat baik dikonsumsi oleh orang yang sedang melaksanakan program diet. Namun, jenis kentang sangatlah bervariasi di pasaran. Oeh karena itu, kita harus pintar memilih mana kentang yang bermutu dan kentang yang kurang baik. Hal pertama yang harus diperhatikan adalah warna kulit kentang. .... jangan memilih kentang yang berwarna kuning kehijauan. Kemudian usahakan membeli kentang yang tidak banyak lubang pada permukaan kulitnya. Karena kentang yang tidak banyak lubangnya atau licin lebih bagus daripada kentang yang banyak lubangnya.
Kalimat yang sesuai untuk melengkapi paragraf rumpang tersebut adalah ...
a.          Pilihlah kentang yang berukuran besar.
b.         Belilah kentang di swalayan, jangan di pasar tradisional.
c.          Kerupuk kentang sangat digemari anak-anak.
d.         Warna kentang sangat menarik dan bervariasi
e.          Pilihlah kentang yang warnanya kuning kecoklatan.
Jawaban E

Petunjuk

Untuk melengkapi paragraf rumpang, alangkah baiknya jika kalian lihat kalimat sebelumnya dan kalimat sesudahnya.

Pembahasan

Paragraf tersebut menjelaskan tentang pemilihan kentang. Untuk melengkapi paragraf tersebut agar padu, kalian harus mencari kata kuncinya. Kata kunci terdapat pada kalimat sebelumnya atau kalimat sesudahnya. Kalimat sebelumnya adalah Hal pertama yang harus diperhatikan adalah warna kulit kentang dan kalimat sesudahnya adalah Jangan memilih kentang yang berwarna kuning kehijauan.Kata kunci kedua kalimat itu adalah warna kentang. Tugas kalian adalah melihat kata kunci dalam masing-masing opsion. Opsion yang memakai kata kunci tersebut adalah Pilihlah kentang yang warnanya kuning kecoklatan dan Warna kentang sangat menarik dan bervariasi.Namun, yang paling sesuai adalah yang Pilihlah kentang yang warnanya kuning kecoklatan.
Paragraf tersebut menjelaskan tentang pemilihan kentang. Untuk melengkapi paragraf tersebut agar padu, kalian harus mencari kata kuncinya. Kata kunci terdapat pada kalimat sebelumnya atau kalimat sesudahnya. Kalimat sebelumnya adalah Hal pertama yang harus diperhatikan adalah warna kulit kentang dan kalimat sesudahnya adalah Jangan memilih kentang yang berwarna kuning kehijauan.Kata kunci kedua kalimat itu adalah warna kentang. Tugas kalian adalah melihat kata kunci dalam masing-masing opsion. Opsion yang memakai kata kunci tersebut adalah Pilihlah kentang yang warnanya kuning kecoklatan dan Warna kentang sangat menarik dan bervariasi.Namun, yang paling sesuai adalah yang Pilihlah kentang yang warnanya kuning kecoklatan.

9. Judul yang sesuai untuk teks berjenis eksposisi proses adalah ....
a.          Ayahku adalah Pahlawanku
b.         Bahaya Minuman Beralkohol Tinggi
c.          Cintaku Tersangkut di Pohon Mangga
d.         Cara Merawat Tanaman Anggrek
e.          Ciri-ciri Sekolah yang Baik
Jawaban D

Pembahasan

Judul yang sesuai untuk teks berjenis eksposisi proses adalah cara merawat tanaman anggrek. Kenapa demikian? Alasannya judul tersebut bisa dikembangkan menjadi tulisan yang berbentuk proses, yaitu cara menanam anggrek. Sementara, jawaban pada opsion lain kurang mendukung untuk dijadikan tulisan berjenis eksposisi proses.







Wednesday, 17 September 2014

struktur dan kaidah teks anekdot



Tujuan

Memahami struktur dan kaidah teks anekdot baik melalui lisan maupun tulisan


Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan. Anekdot biasanya berkisar pada orang-orang penting dan berdasarkan kejadian nyata (KUBI). Anekdot dapat berupa cerita rekaan yang tidak harus didasarkan pada kenyataan yang terjadi di masyarakat. Partisipan atau pelaku di dalam cerita anekdot pun tidak harus orang penting .
Peristiwa-peristiwa dalam teks anekdot dapat berupa peristiwa lucu atau humor, jengkel, dan konyol.
Teks anekdot ditulis dengan tujuan untuk memberikan kritik dan memberikan sebuah pelajaran bagi masyarakat, khususnya pelayan publik di bidang hukum, sosial, politik, dan lingkungan. Teks anekdot biasanya membahas permasalahan yang berkaitan dengan layanan publik.
Tidak semua cerita yang memiliki unsur lucu, jengkel, atau konyol tergolong ke dalam teks anekdot. Yang membedakan teks anekdot dengan teks yang lain yaitu teks anekdot memiliki pesan moral, memiliki unsur lucu atau konyol, dan memiliki struktur: abstraksi,orientasi,krisis, reaksi, dan koda.


Poin Penting dalam Anekdot

Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.
Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.
Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya konflik yang dialami oleh tokoh.
Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.
Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.

Teks anekdot tidak harus memenuhi lima aspek di atas. Aspek yang harus ada dalam teks anekdot adalah orientasi, krisis, dan reaksi.


Perhatikan!

Contoh soal
Analisislah struktur teks di bawah ini!
  1. Hari ini pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Suasana kelas tidak kondusif. Padahal, Bapak guru dengan semangat menjelaskan materi yang sudah dituangkan dalam power point.
  2. “Sekarang kita masuk bab baru yaitu UUD 45”, kata pak guru. “Ali, perhatikan dengan sungguh-sungguh, jangan ngobrol dengan teman!”. “Ya, Pak,” jawab Ali dengan muka masam.
  3. “Undang-undang Dasar 1945 atau yang sering kita singkat menjadi UUD 45 sudah beberapa kali mengalami perubahan disesuaikan dengan kondisi masyarakat Indonesia. Semua peraturan yang ada di Indonesia diatur dalam UUD 1945.” Pak guru menjelaskan beberapa perubahan yang terjadi dalam UUD 45.
  4. Tiba-tiba Ali berkomentar, “Pak, setahu saya UUD belum pernah mengalami perubahan dari dulu sampai sekarang, tapi kalau semua peraturan itu diatur dalam UUD, saya setuju, Pak!” Pak guru terhenyak, “Apa Ali?”. “Semua peraturan itu kan ujung-ujungnya duit atau UUD, Pak!”
  5. Sontak, semua siswa tertawa dan Pak guru pun ikut tertawa. Suasana kelas pun menjadi ramai.
Analisis struktur teks anekdot di atas adalah
• Abstraksi: Pembuka cerita ( paragraf ke-1 kalimat ke-1)
• Orientasi: situasi awal cerita (paragraf ke-1 kalimat ke-2)
• Krisis: bagian konflik cerita (paragraf ke-4)
• Reaksi: tanggapan tokoh terhadap konflik (paragraf ke-5 kalimat ke-1)
• Koda: penutup cerita (paragraf ke-5 kalimat ke-2)

mengonversi teks eksposisi ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan

Tujuan

Siswa dapat mengonversi teks eksposisi ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
Sebelumnya, kita sudah membahas langkah-langkah konversi teks eksposisi menjadi teks monolog. Dalam konversi tersebut tidak boleh ada perbedaan tema. Konversi bisa dilakukan dengan membubuhkan pronomina, kata hubung, sinonim, dan lainnya. Pada topik ini kalian akan belajar tentang bagaimana langkah-langkah konversi sebuah teks eksposisi menjadi teks drama pendek.
Definisi Singkat Teks Eksposisi dan Teks Drama Pendek
Teks eksposisi merupakan teks yang berisi informasi bermanfaat yang akan menambah pengetahuan pembaca juga berisi pendapat pribadi terhadap permasalahan yang diangkat dalam teks tersebut. Teks drama pendek merupakan teks yang berisi percakapan drama yang pendek. Sedangkan konversi sendiri merupakan pengubahan jenis teks dari satu bentuk ke bentuk teks lainnya. Contohnya seperti konversi teks eksposisi menjadi teks drama pendek. Langkah-Langkah Konversi Teks Eksposisi Menjadi Teks Drama Pendek
Untuk melakukan konversi teks eksposisi menjadi teks drama pendek diperlukan beberapa langkah. Langkah-langkah tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Memilih teks eksposisi yang akan dikonversi menjadi teks drama pendek.
2. Pilihlah teks yang menarik, padat, dan cocok untuk dikonversi menjadi teks drama pendek.
3. Setelah memilih teks eksposisi yang dirasa menarik, kemudian ubahlah menjadi teks berupa dialog atau pembicaraan.
4. Setelah teks diubah menjadi bentuk dialog atau pembicaraan, kemudian bisa mulai diubah menjadi bentuk teks drama pendek.
5. Teks drama pendek yang dibuat tida melingkupi seluruh teks eksposisi.
6. Kegiatan konversi teks selesai, teks drama pendek bisa dikumpulkan kepada guru atau bisa dipentaskan di depan kelas.

Poin Penting dalam Drama

Di dalam teks drama pendek terdapat beberapa tanda baca yang digunakan, dua di antaranya adalah tanda titik dua (:) dan tanda petik (“...”). Tanda titik dua berfungsi untuk memisahkan antara nama pelaku dalam drama dengan kalimat dialog yang diucapkannya sedangkan tanda petik menandai kalimat yang diucapkan oleh si tokoh.

Perhatikan

Contoh Konversi Teks Eksposisi Menjadi Teks Drama Pendek
Contoh teks eksposisi
Kondisi Memprihatinkan Sekolah Dasar X Pendidikan merupakan hal yang penting untuk ditempuh oleh seseorang. Terutama untuk anak-anak dengan rentang usia 5 sampai 18 tahun. Pendidikan menjadi salah satu modal untuk anak-anak bangsa bisa berkarya dan memajukan bangsanya. Akan tetapi pada kenyataannya, peningkatan fasilitas sekolah tersebut tidak merata di seluruh daerah. Ada sebuah sekolah dasar di daerah X yang ternyata bangunan sekolahnya sudah hampir rubuh. Para siswa pun harus menerima kondisi lantai sekolah yang sudah rusak dan juga bangku serta meja yang sebenarnya sudah tidak begitu layak untuk digunakan. Sekolah dasar X tersebut seolah tidak tersentuh oleh bantuan dana dari pemerintah. Selain fasilitas bangunan sekolah yang mengkhawatirkan, ketersediaan tenaga pengajar pun ternyata sedikit. Sebaiknya setiap tingkatan kelas memiliki minimal satu pengajar, di sekolah ini hanya terdapat dua pengajar saja yang harus pintar-pintar membagi waktu mereka untuk bisa mengajar di enam tingkatan kelas. Kedua pengajar tersebut pun merupakan pengajar yang sudah lama mengabdi di sekolah tersebut. Salah satu pengajar ternyata adalah kepala sekolah. Bisa disimpulkan bahwa sekolah X tersebut hanya memiliki satu pengajar saja. Sang kepala sekolah sebenarnya sudah mengusahakan semaksimal mungkin untuk perbaikan fasilitas sekolah dan juga tambahan tenaga pengajar di sekolahnya. Akan tetapi, usahanya selalu menemui jalan buntu. Untuk masalah dana perbaikan sekolah, ia pada akhirnya hanya menerima janji-janji tanpa bukti cairnya dana perbaikan sekolah.
Melihat situasi yang terjadi pada situasi sekolah X tersebut, masihkah kita merasa bahwa kemajuan pendidikan bangsa ini sudah merata? Saya yakin bahwa kondisi menyedihkan dari sebuah sekolah negeri tidak hanya terjadi pada sekolah X ini saja, masih ada banyak sekolah-sekolah lainnya yang berada pada kondisi mengkhawatirkan tetapi seolah tidak terlihat sama sekali. Tidak ada bantuan dana sedikit pun yang mengalir. Kondisi memprihatinkan ini memang harus segera ditangani dengan baik. Bila tidak, kita tidak akan tahu apa yang akan terjadi selanjutnya pada sekolah seperti sekolah dasar X tersebut di kemudian hari.
Contoh teks drama pendek dari konversi teks eksposisi di atas
Lokasi berada di sebuah sekolah dasar dengan fasilitas sekolah yang memprihatinkan.
Ibu kepala sekolah : “Beginilah Pak kondisi sekolah kami.”
Bapak paruh baya : “Sudah berapa lama ini berlangsung, Bu?”
Ibu kepala sekolah : “Sudah hampir sepuluh tahun.”
Bapak paruh baya : “Sepuluh tahun? Apa Ibu sudah meminta bantuan dari pihak tertentu?”
Ibu kepala sekolah : “Saya sudah berusaha Pak. Sudah cukup sering juga saya bolak-balik. Tapi apa daya, saya hanya menerima janji ini dan janji itu saja.”
Bapak paruh baya : “Jadi selama sepuluh tahun ini tidak ada dana untuk perbaikan sekolah?”
Ibu kepala sekolah : “Tidak ada Pak. Hanya kebaikan hati para orang tua dengan kemampuan terbatas saja. Sekolah ini sedikit demi sediki diperbaiki, walau pada akhirnya tetap kembali rusak.”
Bapak paruh baya : “Ooo...” (mengangguk-anggukan kepala)
Ibu kepala sekolah : “Kami juga kekurangan tenaga pengajar Pak. Hanya ada saya dan Pak Karto yang mengajar anak-anak mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.”
Bapak paruh baya : “Mengapa bisa seperti itu, Bu?”, “Apa harapan ibu untuk masa depan sekolah ini? Mungkin saya bisa sedikit membantu dengan menyebarkan informasi kondisi sekolah ini.”
Ibu kepala sekolah : “Saya hanya berharap ada pihak yang terketuk hatinya untuk membantu sekolah ini. Minimal untuk memperbaiki bangunan sekolahnya dulu. Supaya anak-anak nyaman belajarnya."

Mengonversi teks eksposisi ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan

Tujuan

Mengonversi teks eksposisi ke dalam bentuk yang lain sesuai dengan struktur dan kaidah teks baik secara lisan maupun tulisan
Sebelumnya, kita sudah bisa mengevaluasi struktur isi dan bahasa teks eksposisi. Pada topik ini kalian akan mempelajari bagaimana sebuah teks eksposisi dikonversi menjadi sebuah teks monolog.
Definisi Singkat Teks Eksposisi dan Teks Monolog
Teks eksposisi merupakan sebuah teks yang berisi tentang informasi yang bermanfaat untuk pembaca dengan mengetengahkan pendapat pribadi penulis. Teks eksposisi sendiri terdiri dari tiga struktur pendukungnya. Di antaranya sebagai berikut.
1. Tesis atau pernyataan pendapat. Isi pada bagian ini adalah pendapat dari penulis mengenai sebuah permasalahan berdasarkan fakta yang ada.
2. Argumentasi. Argumentasi dalam hal ini berisi berbagai jenis fakta yang mendukung pendapat atau prediksi dari penulis.
3. Adanya penegasan ulang dari pendapat yang sudah dikemukakan. Penegasan ulang ini berada di paragraf terakhir yang merupakan penguatan terhadap argumentasi yang sudah disampaikan.
Teks eksposisi merupakan jenis teks yang menggunakan konjungsi seperti “pada kenyataannya”, pronomina seperti “saya, kita”, dan argumentasi satu sisi apakah argumentasi yang menolak atau argumentasi yang mendukung.
Sedangkan teks monolog merupakan sebuah teks drama atau seni peran yang dalam penyajiannya akan dibawakan hanya oleh satu pemeran saja di atas panggung. Teks monolog bisa diciptakan secara langsung, berdasarkan novel atau cerpen, juga bisa berasal dari konversi teks lain seperti teks eksposisi.
Langkah-Langkah Konversi Teks Eksposisi Menjadi Teks Monolog
Untuk membuatkan konversi teks eksposisi menjadi teks monolog, ada langkah-langkah yang perlu diperhatikan. Langkah-langkah tersebut di antaranya sebagai berikut.
1. Memilih teks eksposisi.
2. Pilihlah teks yang menarik dan padat. Teks eksposisi yang menarik akan memberikan ruang pada penulis untuk mengekspresikan diri saat melakukan konversi menjadi teks monolog.
3. Setelah memilih teks eksposisi, ubahlah isi teks menjadi sebuah teks monolog.
4. Teks monolog hasil konversi akan menarik jika penulis bisa mengolah kata sebaik mungkin.
5. Teks monolog selesai dan siap untuk dipentaskan.

perhatikan!

Contoh Konversi Teks Eksposisi Menjadi Teks Monolog
Contoh teks eksposisi.
Membuka Usaha, Mari!
Memutuskan untuk membuka sebuah usaha sendiri merupakan sebuah pilihan yang bisa dikatakan tidak mudah. Tidak semua orang memiliki ketertarikan atau bahkan keberanian untuk membuka sebuah usaha. Akan tetapi, di era globalisasi ini, kita dituntut untuk lebih kreatif dan lebih maju baik dari segi pendidikan maupun dari segi ekonomi. Salah satu cara untuk meningkatkan taraf ekonomi adalah dengan mulai membuka usaha sendiri.
Dunia industri kreatif saat ini sedang mendapatkan perhatian lebih. Semakin banyak orang mulai tertarik dengan dunia usaha. Ditambah lagi dengan semakin terbukanya dunia luar, dalam arti batas ruang dan waktu antara satu negara dengan negara lainnya semakin menipis. Di era globalisasi ini, pengaruh asing semakin kuat masuk ke dalam negeri. Salah satunya adalah pengaruh dalam bidang ekonomi. Masyarakat negeri ini sudah seharusnya mempersiapkan diri menghadapi pasar bebas yang semakin dekat.
Salah satu cara untuk menghadapi pasar bebas di era globalisasi ini adalah dengan memiliki sebuah usaha walaupun kecil tetapi kuat. Membangun usaha memang tidak mudah, akan tetapi membangun sebuah usaha akan memberikan kekuatan kepada seseorang untuk tidak terus-menerus bergantung pada gaji dari perusahaan. Seorang pengusaha juga bisa ikut serta dalam persaingan pasar bebas. Selain itu, pengusaha juga memiliki kesempatan untuk membuat produk buatannya dikenal dan dibeli oleh konsumen asing.
Membuka sebuah usaha tidak hanya untuk kepentingan pribadi. Ketika usaha yang dibangun semakin besar, maka akan membutuhkan karyawan untuk menjalankan usaha tersebut. Perekrutan karyawan ini akan membantu mengurangi tingkat pengangguran di negeri ini. Akan lebih baik jika mengutamakan perekrutan karyawan dari masyarakat sekitar tempat usaha. Hal tersebut juga akan meningkatkan taraf ekonomi masyarakat setempat serta mengurangi tingkat pengangguran di lingkungan masyarakat tersebut. Membuka sebuah usaha selain menciptakan sebuah produk baru, menabung untuk masa depan, juga bisa membantu orang lain yang memang sedang membutuhkan pekerjaan.
Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat yang berpikiran maju dan kreatif, tidak ada salahnya mulai untuk melirik dan membuka sebuah usaha. Kegigihan, kejujuran, serta pengetahuan yang luas mengenai dunia usaha bisa menjadi modal besar bagi seseorang untuk maju. Tentunya masalah modal berupa uang pun tidak bisa dikesampingkan, akan tetapi modal lain seperti tekad, keinginan, kreativitas, dan kejujuran juga penting untuk dimiliki.
Contoh teks monolog hasil konversi teks eksposisi.
Membuka Usaha, Mari!
Seorang laki-laki muda tengah duduk di depan teras. Di sampingnya ada secangkir teh hitam, sepiring pisang goreng, dan koran. Ia duduk bersila, mereguk teh hitam dalam cangkir, kemudian memandang ke depan.
“Aaaah... apa harus terus hidup seperti ini. Ketika hari libur seperti ini tiba, aku hanya duduk-duduk santai tidak jelas di depan teras sambil ditemani air kopi hitam pahit dan pisang goreng saja. Ada libur dua hari.” Laki-laki muda itu mengubah posisi duduknya, agak menyamping. “Aaah... aku mungkin tidak bisa selamanya bekerja di sana. Gajinya pun hanya cukup untuk sehari-hari saja.” Laki-laki itu mulai melirik koran di sampingnya, kemudian ia mengambil koran tersebut dan membaca sebuah artikel yang terpampang di halaman paling depan.
“ERA PASAR BEBAS, SIAPKAH ANDA? Hmmmm.... hmmm... hmmm..” sang laki-laki terus membaca artikel tersebut sampai habis.
“Wah, pasar bebas memang sudah mulai terasa sekarang, bagaimana tahun 2015 nanti? Wah wah, apa aku akan terus seperti ini? Ah iya, kawanku semasa sekolah dulu sekarang sudah mempunyai usaha kreasi rotan dan bahkan penjualannya sudah sampai ke luar negeri. Apa aku membuat usaha saja? Kebetulan aku punya tabungan yang... (berpikir) aku rasa cukup untuk modal awal. Aku juga punya keahlian di bidang kreasi rotan. Mungkin aku tidak akan membuat kreasi rotan biasa, tetapi yang lebih unik lagi. Selain itu, bukankah warga di sekitar rumahku juga ada yang belum bekerja. Ya, ya aku bisa mengajak mereka untuk membuka sebuah usaha kreasi rotan. Kreasi rotan khas Indonesia. Aaah, baiklah. Aku harus bisa menjadi seseorang yang siap bersaing di era pasar bebas ini dan mengenalkan kreasi rotan indah dari Indonesia. Aku juga bisa mengajak mereka yang menganggur untuk bekerja.”
Kemudian sang laki-laki berdiri, melipat koran di tangannya. “Ya! Sudah aku putuskan, aku akan mulai membuka sebuah usaha kreasi rotan khas Indonesia! Semangat!” Sang laki-laki kemudian mengambil cangkir kopi dan piring pisang goreng, lalu masuk ke dalam rumahnya.

mengevaluasi struktur isi dan bahasa teks eksposisi

Tujuan

Siswa bisa mengevaluasi struktur isi dan bahasa teks eksposisi. Dengan evaluasi ini, siswa bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan dari teks eksposisi.
Kalian masih ingat struktur teks eksposisi? Hanya sekadar mengingatkan, struktur teks eksposisi mencakup pernyataan umum yang mengemukakan informasi secara umum atau global, keterangan atau pembahasan lanjutan yang membahas informasi secara detail dan runtut, dan kesimpulan atau saran dari informasi yang sudah disampaikan. Teks eksposisi yang lengkap tentu harus memiliki ketiga struktur ini. Selain itu, antara satu bagian dengan bagian yang lain harus ada keterpaduan sehingga pembaca bisa memahami dengan mudah.
Selain berdasarkan strukturnya, teks eksposisi juga harus dievalusi berdasarkan bahasa yang digunakan. Dalam hal ini, kalian akan menilai tata bahasa dalam teks eksposisi. Apakah teks tersebut sudah menggunakan tata bahasa yang baik dan benar atau belum.
Beberapa hal yang harus diperhatikan ketika mengevaluasi kebahasaan dalam teks eksposisi antara lain:
• Tanda baca seperti penggunaan tanda titik, koma, tanda kurung, titik koma, dan sebagainya.
• Struktur kalimat. Satu kalimat minimal memiliki pola S – P – O/Pel. Meski kadang juga penulis melesapkan subjek kalimat.
• Kata baku yang sesuai dengan tata bahasa dan EYD.
• Keterpaduan paragraf yaitu adanya tautan atau keterkaitan antara paragraf yang satu dengan yang lain.
• Keefektifan kalimat. Apakah kalimat yang digunakan sudah efektif atau belum?

Perhatikan teks eksposisi berikut!

Anda tentu tahu media sosial Facebook. Bahkan, mungkin Anda pun pernah menggunakannya. Facebook adalah salah satu media sosial yang banyak digunakan oleh masyarakat. Melalui facebook ini, seseorang bisa mengemukakan apa yang sedang dipikirkan atau apa yang ingin disampaikan.
Mengungkapkan apapun di facebook memang sah-sah saja. Toh, siapapun bebas berpendapat. Namun, satu hal yang harus selalu diingat adalah bahwa di negara ini masih ada undang-undang yang mengatur segala sesuatunya termasuk undang-undang IT. Undang-undang IT inilah yang mengatur masalah-masalah yang berkaitan dengan sistem informasi. Salah satunya yang berhubungan dengan internet.
Salah satu kasus yang kini sedang marak terjadi adalah kasus FS yang mengemukakan kemarahan di akun facebook miliknya. Dalam akunnya tersebut, FS memaki masyarakat Yogya sehingga menimbulkan kemarahan masyarakat Yogya. Hal ini juga membuat mahasiswa S2 fakultas hukum ini terjerat hukum dan harus menjalani persidangan kode etik di kampusnya, UGM.
Oleh karena itu, bijaklah dalam menggunakan media sosial seperti facebook. Jika tidak, mungkin Anda bisa mengalami apa yang kini dialami FS.

Mari kita Evaluasi!

Menurut kalian, apakah teks eksposisi di atas memiliki struktur teks eksposisi yang lengkap?

Dalam teks eksposisi di atas, penulis mengemukakan masalah yang cukup umum pada paragraf pertama. Bisa dikatakan ini adalah pernyataan umum dari penulis. Paragraf pertama juga menjadi pembuka untuk paragraf selanjutnya.
Pada paragraf kedua dan ketiga, penulis mengungkapkan pembahasan yang lebih rinci dan detail mengenai masalah yang diinformasikan. Dengan demikian, ini bisa disebut sebagai bagian pembahasan lanjutan. Sedangkan paragraf terakhir mengemukakan kesimpulan dari informasi yang diungkapkan penulis bahwa setiap orang sebaiknya lebih bijak dalam menggunakan media sosial. Hal ini membuktikan bahwa teks eksposisi ini memiliki struktur isi yang lengkap.
Bagaimana dengan kebahasaannya? Bahasa yang digunakan oleh penulis adalah bahasa yang baku, bahasa yang digunakan juga cukup bisa dipahami dengan baik oleh pembaca. Setiap paragraf dalam teks ini juga saling bertautan sehingga pembahasannya runtut. Hanya saja, dalam teks eksposisi ini kurang dijelaskan fakta-fakta pendukung seperti kapan kasus FS ini terjadi, mengapa FS sampai marah-marah, dan sebagainya.

Poin Penting

• Evaluasi teks eksposisi dilakukan dengan mengevaluasi struktur dan isi dan bahasa dalam teks eksposisi.

membuat sebuah abstraksi dari suatu teks eksposisi

Tujuan

Siswa bisa membuat sebuah abstraksi dari suatu teks eksposisi.
Seperti yang sudah kalian pelajari pada topik sebelumnya, teks eksposisi adalah sebuah teks yang memaparkan suatu infrormasi atau permasaahan sehingga pengetahuan pembaca menjadi bertambah atau pembaca menjadi lebih memahami permasalahan tersebut. Tujuan dari teks eksposisi yaitu memberikan penjelasan atau keterangan yang mendalam tentang sesuatu. Teks eksposisi bisa juga berupa informasi tentang langkah, metode, cara melakukan, atau cara menggunakan sesuatu.
Sekarang, tahukah kalian apa itu mengabstraksi? Mengabstraksi bisa diartikan sebagai sebuah cara yang dilakukan untuk membuat garis besar dari suatu teks. Jadi, kalian akan membuat sebuah teks lain dengan isi yang lebih umum dari teks eskposisi yang sudah dibaca. Lalu, bagaimana cara mengabstraksi sebuah teks eksposisi?
Berikut ini langkah-langkah mengbastraksi teks eksposisi.
• Membaca teks eksposisi yang akan diabstraksi.
• Menentukan ide-ide pokok dalam teks eksposisi yang akan diabstraksi.
• Menentukan kalimat-kalimat utama dalam teks.
• Menentukan mana saja kata kunci dari teks.
• Merangkai kalimat dengan menggunakan kata kunci dalam teks.
• Menyusun teks menjadi abstraksi.

Perhatikan teks!

Setiap wanita tentu ingin memiliki kulit yang halus dan lembut. Ada banyak cara yang dilakukan untuk memiliki kulit yang halus. Misalnya saja dengan melakukan perawatan secara rutin di salon kecantikan. Perawatan ini tentu akan memakan biaya yang cukup banyak.
Tapi, tahukah Anda bahwa ada cara alami untuk membuat kulit menjadi halus dan lembut? Cara alami untuk menghaluskan kulit yaitu dengan membuat masker kulit dari bahan-bahan alami seperti alpukat atau jambu biji. Alpukat dan jambu biji termasuk buah-buahan yang banyak dimanfaatkan. Selain untuk kesehatan, kedua buah ini juga memiliki manfaat untuk kecantikan. Salah satu manfaatnya adalah untuk menghaluskan kulit. Kandungan vitamin C pada jambu biji dipercaya bisa membuat kulit menjadi tampak lebih cerah, sedangkan biji pada jambu biji bisa dijadikan sebagai scrub alami untuk mengangkat sel kulit mati. Dengan terangkatnya sel kulit mati, kulit akan menjadi lebih halus. Belum lagi kandungan antioksidan yang bisa menunda penuaan dini pada kulit. Lalu bagaimana dengan alpukat? Alpukat mengandung banyak vitamin E yang sangat bagus untuk kesehatan kulit. Alpukat juga mengandung minyak esensial yang dapat melembabkan kulit. Dengan penggunaan yang teratur, akan diperoleh kulit yang halus dan lembut.
Memiliki kulit yang halus dan cantik memang tidak perlu dengan cara yang mahal. Buktinya, dengan cara yang mudah dan murah seseorang tetap bisa memiliki kulit yang halus dan lembut.

Mari kita abstraksi!

Setelah membaca teks di atas, selanjutnya adalah ditentukan ide-ide pokok dari tiap paragraf. Dari teks di atas, didapat ide-ide pokok sebagai berikut.
• Paragraf 1 : Wanita ingin selalu terlihat cantik.
• Paragraf 2 : Kulit halus dan lembut dengan alpukat dan jambu biji.
• Paragraf 3 : Cantik tidak harus selalu mahal.
Setelah ditentukan ide-ide pokoknya, tentukan kalimat-kalimat utama dalam teks tersebut.
• Paragraf 1 : Setiap wanita tentu ingin memiliki kulit yang halus dan lembut.
• Paragraf 2 : Cara alami untuk menghaluskan kulit yaitu dengan membuat masker kulit dari bahan-bahan alami seperti alpukat atau jambu biji.
• Paragraf 3 : Untuk terlihat cantik dan memiliki kulit yang halus memang tidak perlu dengan cara yang mahal.
Kemudian tentukan kata kuncinya. Kata kunci dari teks di atas antara lain : Kulit halus dan lembut, masker alami, alpukat dan jambu biji, kandungan alpukat, kandungan jambu biji, cantik tidak harus mahal. Dari kata-kata kunci ini, buatlah kalimat dan susun menjadi sebuat teks abstraksi seperti berikut.
Anda ingin memiliki kulit yang halus dan lembut? Anda bisa memanfaatkan alpukat dan jambu biji untuk dijadikan masker kulit. Alpukat mengandung berbagai nutrisi yang dipercaya bisa membuat kulit halus dan lembut seperti vitamin E. Begitupun dengan alpukat yang mengandung vitamin C dan antioksidan yang sangat bagus untuk kesehatan dan kelembutan kulit. Jadi, untuk bisa cantik sebenarnya tidak perlu mengeluarkan biaya yang mahal. Dengan biaya murah juga seseorang masih bisa menjaga kecantikannya.
Itulah teks abstraksi dari teks eksposisi di atas. Hal yang paling penting dari abstraksi ini adalah pembahasan informasi yang secara global atau umum saja. Jadi, dalam abstraksi ini pembahasan dilakukan tidak secara detail.

Poin Penting

• Mengabstraksi teks adalah suatu proses penulisan kembali teks secara umum.
• Langkah-langkah mengabstraksi, antara lain:
1. Membaca teks eksposisi
2. Menentukan ide pokok
3. Menentukan kalimat utama
4. Menentukan kata kunci
5. Membuat kalimat berdasarkan kata kunci
6. Menyusun teks menjadi sebuah abstraksi

menyunting sebuah teks eksposisi baik itu dalam bentuk lisan maupun tulisan

Tujuan

Siswa dapat menyunting sebuah teks eksposisi baik itu dalam bentuk lisan maupun tulisan
Sebelumnya, kita belajar menyunting teks eksposisi dari segi struktur isi teks eksposisi saja. Sekarang kita akan belajar menyunting teks eksposisi dari segi struktur dan bahasa teks eksposisi.
Proses menyunting bisa diartikan sebagai proses memperbaiki tulisan. Dalam hal ini, teks yang akan diperbaiki atau disunting adalah teks eksposisi. Setelah kalian membuat sebuah teks eksposisi, kalian tentu harus melakukan penyuntingan terhadap tulisan tersebut. Tujuannya adalah untuk menyempurnakan tulisan tersebut.
Penyuntingan teks eksposisi ini harus dilakukan dengan melihat apakah teks eksposisi tersebut sudah sesuai dengan struktur dan kaidah teks eksposisi atau belum. Dengan demikian, hal pertama yang harus dipahami adalah struktur teks eksposisi. Seperti apa struktur dan kaidah teks eksposisi ini? Perhatikan materinya berikut ini.
Struktur dari sebuah teks eksposisi mencakup:
• Tesis/pernyataan umum
Di bagian ini penulis akan mengemukakan pernyataan umum atau pernyataan pembuka tentang sesuatu. Contohnya : “Pendidikan di Indonesia rasanya sudah semakin mengkhawatirkan”.
• Penjelasan
Di bagian ini penulis akan membeberkan berbagai keterangan yang berupa fakta atau data sebagai pembahasan lanjutan dari pembahasan umum tadi. Contoh “Masalah bangunan sekolah yang roboh salah satu contoh bukti nyata masalah pendidikan di Indonesia. ”
• Penegasan pendapat atau simpulan
Di bagian ini, penulis mengulas data-data yang dapat menguatkan pendapatnya. Penguatan ini ditunjang oleh fakta-fakta yang mendukung. Contohnya, “Dengan kondisi pendidikan yang seperti ini, tak heran jika mutu pendidikan juga menjadi semakin menurun dari tahun ke tahun”.
Penyuntingan juga dilakukan dalam hal ejaan dan tata bahasa sebagai berikut.
• Penggunaan kata baku. Kata baku harus digunakan dalam penulisan teks apapun, termasuk teks eksposisi. Kata baku merupakan kata bahasa Indonesia yang resmi dan sesuai dengan ketetapan bahasa Indonesia. Contohnya, kualitas, standar, sistem, dan sebagainya, napas, dan sebagainya.
• Penggunaan tanda baca. Penggunaan tanda baca juga harus diperhatikan seperti tanda titik (.), koma (,), titik koma (;), penggunaan huruf kapital, dan sebagainya.
• Keterpaduan paragraf. Keterpaduan paragraf diperlukan agar tulisan menjadi runtut dan mudah dipahami. Paragraf yang padu harus memiliki setidaknya 2 kriteria yaitu memiliki satu ide pokok dan beberapa pikiran penjelas, dan adanya tautan/koherensi antarkalimatnya. Agar terjadi keterpaduan antarparagraf, penulis biasanya menggunakan kata hubung/konjungsi antarparagraf seperti oleh karena itu, jadi, dengan demikian, dan sebagainya.
• Keefektifan kalimat. Kalimat yang digunakan juga diusahakan seefektif mungkin. Misalnya, kalimat “Masakan ibu sudah matang” lebih efektif dibanding “Masakan yang dimasak ibu sudah matang”.
Dalam sebuah teks eksposisi penulis juga biasanya mengemukakan pendapat atau argumentasinya yang bersifat satu sisi. Artinya, penulis bisa mendukung atau setuju akan sesuatu yang dijelaskan dalam informasi tersebut atau malah menolaknya. Penulis akan mengemukakan pendapatnya ini dengan menggunakan pronomina seperti saya, aku, kita, atau kami.
Dalam hal ini seseorang yang akan menyunting sebuah teks harus mengetahui kaidah kebahasaan.

Perhatikan!

Penyuntingan sendiri dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
• Membaca teks secara keseluruhan
• Menandai kata atau kalimat yang tidak sesuai.
• Memeriksa keterpaduan paragraf yang satu dengan paragraf lainnya.
• Melakukan perbaikan dengan mengubah atau mengganti kata, kalimat, atau paragraf yang tidak sesuai.

Poin Penting

• Struktur teks eksposisi mencakup tesis atau pernyataan umum, keterangan atau pembahasan lanjutan, dan kesimpulan yang berisi penegasan pendapat.
• Kaidah kebahasaan diperlukan dalam proses penyuntingan teks eksposisi.
• Argumentasi satu sisi adalah keberpihakan penulis dalam tulisannya. Mendukung atau setuju atau menolak.
• Langkah-langkah menyunting teks eksposisi antara lain:
1. Membaca teks eksposisi secara keseluruhan
2. Menandai bagian yang tidak sesuai
3. Memperbaiki teks eksposisi dengan mengubah atau mengganti bagian yang tidak sesuai.

menyunting teks eksposisi

Tujuan

Siswa dapat menyunting teks eksposisi dengan memperhatikan stuktur teks yang tepat.
Masih ingatkah kalian tentang eksposisi? Eksposisi adalah uraian atau paparan tentang sesuatu baik berupa ide, buah pikiran, atau pendapat. Ide atau pendapat dapat dijelaskan dengan disertai data yang akurat dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Sebelum kalian menulis teks eksposisi, alangkah baiknya jika kalian ketahui dahulu apa saja yang ada dalam teks eksposisi tersebut atau struktur teks eksposisi. Struktur teks eksposisi adalah pembukaan, isi dan penegasan ulang. Coba kalian cermati paragraf berikut.

Perhatikan!

(1) Sampah tergolong dalam kategori barang yang tidak disukai banyak orang. (2) Selain sampah dapat mencemari lingkungan, sampah juga dapat menimbulkan beberapa penyakit. (3) Namun, tahukah kalian kalau ternyata sampah dapat memberikan keuntungan yang sangat besar? (4) Jika diolah dengan baik ,sampah akan berubah menjadi barang yang bermanfaat. (5) Dengan demikian, sampah tidak akan tergolong barang yang dijauhi lagi. (6) Malahan sebaliknya, sampah dapat meraup rupiah yang sangat besar.
Marilah kita bahas struktur teks di atas. Struktur teks di atas terdiri dari pembukaan, isi, dan penegasan ulang. Kalimat (1) merupakan pembukaan paragraf karena berisi tentang pengenalan terhadap isi paragraf. Ketika membaca kalimat 1, pembaca tahu kalau paragraf tersebut akan membahas tentang sampah. Kalimat 2, 3, dan 4 merupakan isi paragraf. Ketiga kalimat tersebut berisi penjelasan tentang sampah. Kalimat berupa penegasan ulang terdapat pada kalimat 5 dan 6. Kalimat tersebut menegaskan kembali tentang kalimat 1.
Untuk dapat menulis paragraf eksposisi yang baik, ada lima langkah yang harus kalian ikuti. Pertama, tentukan topik terlebih dahulu. Kedua, tentukan tujuan yang akan dicapai. Ketiga, pilih data yang sesuai dengan topik. Keempat, buatlah kerangka sesuai dengan topik. Kelima, perluas kerangka menjadi karangan.

Menyunting Teks Eksposisi

Setelah kalian dapat menulis eksposisi dengan baik. Kalian tentu dapat menyunting teks eksposisi dengan baik pula.
Menyunting merupakan kegiatan menyiapkan naskah menjadi lebih baik dengan memperhatikan segi sistematika penyajian, isi, dan bahasa (menyangkut ejaan, diksi, dan struktur).
Langkah-langkah menyunting isi teks eksposisi adalah sebagai berikut.
1. Membaca kalimat demi kalimat dalam teks.
2. Memperbaiki tanda baca dan ejaan.
3. memperbaiki keterpaduan paragraf.
4. mengklasifikasikan teks pada tesis, argumen atau penjelasan, dan penegasan kembali.
5. Menghilangkan kalimat yang mengandung arti eksplisit berupa ajakan melakukan sesuatu yang diinginkan penulis.

Poin Penting

Pedoman yang dipakai dalam menyunting teks eksposisi berdasarkan struktur isinya adalah keterpaduan kalimat dalam setiap paragraf .Teks eksposisi harus memiliki tesis, penjelasan, dan penegas ulang dengan baik dan benar.

menulis teks eksposisi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar

Tujuan Pembelajaran ini Siswa dapat menulis teks eksposisi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Sebelumnya, kita sudah bisa menganalisis isi teks eksposisi. Dalam analisis isi teks eksposisi, kita mendapatkan jenis- jenis teks eksposisi, yaitu teks eksposisi definisi, teks eksposisi proses, teks eksposisi klasifikasi, teks eksposisi sebab-akibat, dan teks eksposisi perbandingan.
Eksposisi adalah uraian atau paparan tentang sesuatu. Sesuatu itu bisa berupa ide, pendapat, atau buah pikiran. Meskipun produknya berupa ide atau buah pikiran, penulisannya harus tetap menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menulis teks eksposisi antara lain:
1. Penulisan Kata Penghubung
a. menyatakan penjumlahan, misalnya: di samping itu, selain itu, lagi pula, lagi
b. menyatakan perturutan, misalnya: dan, lalu, kemudian
c. menyatakan perlawanan, misalnya: tetapi, namun, padahal, walaupun begitu, walaupun demikian, meskipun begitu
d. menyatakan sebab-akibat, misalnya oleh sebab itu, karena itu, maka, akibatnya
e. menyatakan waktu, misalnya: sesudah itu, ketika itu, sebelumnya, sementara itu
f. menyatakan syarat, misalnya: jika demikian, jika begitu, apabila begitu
2. Penulisan Kata Berimbuhan
a. awalan (prefiks) me-, bermakna:
1) menjadi, contohnya membatu, mengeras
2) menyerupai, contohnya membukit, menyemut
3) menuju, contohnya menepi, melaut
4) mengeluarkan bunyi, contohnya mengeong, meraung
b. awalan (prefiks) ber-, bermakna:
1) mengeluarkan, contohnya bertelur, bersuara
2) memakai, contohnya berdasi, berbaju
3) mempunyai, contohnya berkedudukan, berlantai
4) melakukan perbuatan, contohnya berjalan, bersantai
c. awalan (prefiks) ter-, bermakna:
1) tidak sengaja, contohnya tersenggol, termakan
2) paling, contohnya tertinggi, terpintar
3) menjadi, contohnya tertidur, terjatuh
4) dalam keadaan, contohnya terluka, terombang-ambing
d. awalan + akhiran (konfiks) ber- -an, bermakna:
1) melakukan kegiatan, contohnya berlarian, bepergian
2) timbal balik, contohnya bermusuhan, berjauhan
e. awalan + akhiran ke- -an, bermakna:
1) dalam keadaan, contohnya kepanasan, kehausan
2) tindakan, contohnya kejahatan
3) proses, contohnya keamanan
f. akhiran (afiks) –kan, bermakna:
1) menjadikan, contohnya manusiakan, uangkan
2) menempatkan, contohnya penjarakan, sekolahkan
g. akhiran (afiks) –i, bermakna:
1) memberi, contohnya garami, bumbui
2) menjadikan, contohnya panasi, terangi
3) melakukan perbuatan, contohnya tanami, pukuli
3. Penulisan Unsur Serapan
Bahasa Indonesia menyerap unsur dari berbagai bahasa lain baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing. Penyerapan terbagi dua. Pertama, unsur pinjaman yang belum sepenuhnya terserap ke dalam bahasa Indonesia. Kedua, unsur pinjaman yang penulisan dan pengucapannya memenuhi kaidah bahasa Indonesia. Contoh kata serapan aksesori (berasal dari kata accessory), idealis (berasal dari kata idealist), kualitas (berasal dari kata quality), dsb.